Sunday, October 31, 2010

Saat-saat jatuh Cinta

Saat-saat jatuh Cinta

Pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Pasti bahagia bukan? Terasa terang dunia. Bahkan hari-hari yang dilalui pasti terasa sungguh nikmat alias happy kan? Rasanya tidak lengkap jika tidak menceritakan kepada teman-teman, bahawasanya kita sedang jatuh cinta. Agar mereka juga dapat merasakan apa yang kita rasakan tentang arti hidup yang diiringi cinta. Jika berpeluang, setiap saat dan waktu kita berasa senang jika menceritakan tentang si dia, bahwa kita sedang mencintainya walau dia tidak tahu bahwa kita sedang mencintainya dengan segunung harapan dan cita-cita. Ketika itu, kita begitu yakin untuk mencari jalan agar dapat mendekati si dia.

Anda kenal apa itu Cinta? Di sekitar kita, sudah terlalu banyak lagu digubah, puisi ditulis, dan kanvas dilukis untuk menggambarkan cinta. Tapi apakah cinta itu sebenarnya? Tentunya seorang pelukis akan berbeda dengan seorang pencipta lagu dalam menjelaskan cinta. Bahkan setiap orang akan mendefinisikan cinta dengan cara dan metodologi yang berbeda. Iya lumrah bukan?

Sahabatku sekalian...mengapa kita berasa senang dan bahagia ketika sedang jatuh cinta (atau lebih tepatnya sedang dilamun cinta)? Menurut Robert Stenberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan keperibadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, baik pengalaman (al-maklumatu as-tsabiqoh) tersebut melalui orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan. (http://e-psikologi.com, pada pembahasan tentang “Cinta”)

Ketika jatuh cinta, kita tiba-tiba merasakan dorongan ingin bertemu dengan orang yang kita cintai. Dorongan itu bahkan sangat kuat menekan dan bergejolak tatkala ada orang yang membicarakan si dia, atau ada orang yang menyebutkan namanya, lebih lucunya ketika membaca tulisan yang kemudian menuliskan sebuah nama yang sama dengan nama orang yang kita cintai (jangan tipu, dengan mengatakan tidak!). Kita jadi rindu dan teringin untuk bertemu, atau sekadar ingin berkomunikasi dengannya. BTW, pernah melalui perasaan ini tidak? Jika tidak, koreksi diri status anda dulu, hehe...

Tapi anehnya, sering kali juga merasa harus "jual mahal" alias jaga imej. Walaupun ketika itu, cinta yang menebal mendorong kita untuk mencurahkan cinta kepada si dia. Lucu memang lucu, tapi itulah hakikatnya. Ini berarti, jatuh cinta itu sebenarnya memang unik. Tapi dengan catatan, jika sang pencinta itu adalah seorang yang pemalu... tapi kebiasaannya memang semuanya malu kan? Meskipun zaman sudah berubah keadaan dan prasananya, tapi cinta sememanya tidak mudah dilafazkan. Kecuali bagi mereka yang kurang harga diri, dan terlalu gentlemen.

Sahabatku sekalian... ketika jatuh cinta, kita seolah-olah berubah menjadi orang yang lembut (bukan pondan) dan peramah. Kita mula belajar cara bertutur kata dan mengatur pilihan kata yang cermat saat berbicara. Terutama apabila kita berbicara dengan si dia yang telah membuat kita jatuh cinta. Itu kita lakukan adalah untuk mendapat perhatiannya. Untuk memberi imej bahawa kita amat baik orangnya di hadapan si dia. Pada akhirnya, adalah tidak mustahil bahawa kita akan meraih simpati dari si dia. Awalnya memang simpati, siapa tahu lama-kelamaan ia berubah menjadi empati dan akhirnya berevolusi kepada jatuh hati. Tidak mustahil bukan?

0 komentar:

Post a Comment

my mixpod

By :
Free Blog Templates